PROGRAM KOTA LAYAK ANAK (KLA) KOTA CILEGON
  1. KELEMBAGAAN
  2. KLASTER I
  3. KLASTER II
  4. KLASTER III
  5. KLASTER IV
  6. KLASTER V

NO

INDIKATOR

KEGIATAN

TUJUAN

1

2

3

4

KELEMBAGAAN

1.

 

a.      Terlaksananya kajian/naskah akademik Perda KLA

Membuat naskah akademik Perda KLA

1.      Memberikan landasan dan kerangka pikiran bagi Rancangan Peraturan Daerah tentang Kota Layak Anak 

2.      Memberikan  kajian kerangka akademis tentang perlunya untuk meningkatkan peran, fungsi dan kemandirian lembaga pemeritah, dunia usaha, media dan masyarakat dalam rangka penyelenggarakan Perda di Kota Cilegon dengan fokus pada pemenuhan hak anak.

b.      Terbitnya Perda KLA

Penyusunan Perda KLA

1.      Memberikan landasan hukum bagi terselenggaranya kota layak anak

2.

Terlembaganya Kota Layak Anak

1.      Pembentukan gugus tugas KLA tingkat Kecamatan dan Kelurahan

2.      Pembentukan forum anak tingkat Kecamatan dan Kelurahan

3.      Pembentukan Asosiasi perusahaan sahabat anak

1.      tersedia Sumber Daya Manusia (SDM) terlatih Konferensi Hak-hak Anak (KHA) dan mampu menerapkan hak anak ke dalam kebijakan, program, dan kegiatan;

2.      tersedia data anak terpilah menurut jenis kelamin, umur, dan kecamatan;

3.      keterlibatan lembaga masyarakat dalam pemenuhan hak anak; dan

4.      keterlibatan dunia usaha dan media massa dalam pemenuhan hak anak.

NO

INDIKATOR

KEGIATAN

TUJUAN

1

2

3

4

KLASTER 1 : HAK SIPIL DAN KEBEBASAN

1.

a.      Tersosialisasinya akta kelahiran dan prosedur kepemilikan akta kelahiran kepada masyarakat yang melibatkan stakeholder Kelurahan

Mengadakan sosialisasi pertemuan Kecamatan dan Kelurahan

1.      Memberikan pemahaman akan pentingnya akta kelahiran                

2.      Meningkatkan kesadaran masyakarat tentang pentingnya kepemilikan akte kelahiran

b.      Terlayaninya kebutuhan masyarakat dalam kepemilikan akte kelahiran dan KIA (Kartu Identitas Anak)

Percepatan pelayanan kepemilikan akta kelahiran anak usia 0-18 tahun dan KIA

Memberikan pengakuan dan perlindungan terhadap anak

2.

 

Adanya monitoring terhadap media informasi dan media permainan

1.      Melakukan pemantauan dan pengawasan secara rutin terhadap media di area publik dan warnet

Melindungi anak-anak dari pengaruh negatif media informasi dan alat permainan

2.      Melakukan monitoring terhadap sarana permainan yang berpengaruh negatif bagi anak (dingdong, perjudian, PS, pornografi di dunia maya dan lain-lain

3.

 

Adanya wadah/forum anak tingkat Kelurahan dan tingkat Kecamatan

Pembentukan wadah/forum anak di masing-masing Kelurahan dan Kecamatan

1.      Menumbuhkan partisipasi anak

2.      Pemenuhan hak anak

4.

 

Adanya payung hukum dan anggaran untuk wadah/forum anak

Penyusunan dan pengajuan Surat Keputusan tentang Forum Anak ke Kelurahan

1.      Terbentuknya Forum Anak di Tingkat kelurahan

2.      Adanya legalitas wadah/forum anak tingkat Kelurahan

5.

Adanya keterlibatan anak dalam menyampaikan pendapat/partisipasi

Keterlibatan anak dalam pengambilan keputusan di tingkat keluarga, RT, RW, musrembangkel, dan musrembang

Sebagai pemenuhan hak anak dalam berpartisipasi

NO

INDIKATOR

KEGIATAN

TUJUAN

1

2

3

4

KLASTER 2 : LINGKUNGAN KELUARGA DAN PENGASUHAN ALTERNATIF

1.

 

Adanya pengawasan terhadap penyelenggaraan Panti Asuhan dan tempat penitipan anak

Melakukan monitoring terhadap penyelenggaraan panti asuhan dan penitipan anak

1.      Mengawasi penyelenggaraan panti asuhan dan tempat penitipan anak

2.      Mencegah terjadinya penyimpangan dan pelanggaran dalam pengasuhan anak

2.

Jumlah anak yang memperoleh pelayanan rehabilitasi mendapat bimbingan sosial ( anjal, balita terlantar, anak terlantar, anak dengan kecacatan )

Sosialisasi adopsi anak

Agar tersosialisasi tata cara adopsi anak

3.

Jumlah anak dalam panti yang mendapat bantuan bahan permakanan

Pemberian bantuan permakanan anak panti

Agar terpeliharanya dan tertangani masalah kesejahteraan anak panti

4.

 

 

 

 

Tersedia insfrakstruktur (sarana dan prasarana) di ruang publik ramah anak

 

 

 

 

 

 

 

 

1.      Pemerataan pembangunan taman cerdas dan perpustakaan kampung

Memberikan fasilitas bermain dan belajar anak yang murah, bersih dan berkualitas

2.      Peningkatan pengelolaan taman cerdas

Menyediakan tempat dan sarana bermain anak yang aman, bersih dan kreatif

3.      Pemanfaatan tanah negara untuk ruang publik bermain anak

4.      Penyediaan fasilitas ruang mother care dan playground disetiap OPD yang melakukan pelayanan publik

Memberikan kenyamanan pelayanan publik

5.      Penyediaan sarana prasarana persampahan

5.

Pemahaman calon pengantin pada usia dini

1.      Pembinaan calon pengantin pada usia dini

Pemahaman pernikahan pada calon pengantin usia dini

2.      Sosialisasi peraturan per undang - undang perkawinan pada remaja pra nikah

Terbentuknya keluarga sakinah mawadah dan rohmah

3.      Pembinaan lingkungan keluarga sehat sejahtera lahir dan batin

Meningkatnya keluarga sehat sejahtera yang agamis

6.

Pemahaman Agama yang menyimpang

Pembinaan Pemuda dalam pencegahan radikalisme

Meningkatnya pemahaman agama islam yang benar

7.

Tersedianya lembaga konsultasi penyedia layanan pengasuhan anak bagi orang tua/keluarga

1.      Pembinaan Kader Posyandu, BKB, BKR/KCM

Meningkatkan kinerja SDM yang berkualitas

2.      Pelatihan pengurus P3KC

8.

Pemahaman tentang lalu lintas sejak usia dini (PAUD, MI, TK, SD)

Kegiatan bimbingan keselamatan lalu lintas

Menanamkan budaya disipilin dan etika berlalu lintas sejak dini dalam rangka meningkatkan keselamatan lalu lintas dan menunjang gerakan disiplin nasional

Kegiatan kajian dan perencanaan taman keselamatan lalu lintas

Kegiatan sosialisasi taman keselamatan lalu lintas

Memberikan pemahaman tentang tata cara berlalu lintas sejak dini

Penyediaan sarana dan pelaksanaan prasarana kontruksi taman keselamatan lalu lintas

Kegiatan pembentukan unit pengelolaan dan tenaga teknis (pemandu) pengelolaan taman keselamatan lalu lintas

 

Operasional, pengelolaan dan pemeliharaan taman keselamatan lalu lintas

 

9.

Sarana dan prasarana perjalanan anak ke/dari sekolah

Penataan sarana prasarana transportasi ramah anak, jembatan penyebrangan, Jalur pejalan kaki dan jalur sepeda

Memberikan rasa aman kepada anak-anak sekolah

NO

INDIKATOR

KEGIATAN

TUJUAN

1

2

3

4

KLASTER 3 : KESEHATAN DASAR DAN KESEJAHTERAAN

1.

 

 

Kelahiran bayi dengan berat badan lahir normal pada tahun 2021 meningkat

 

 

 

 

1.      Komunikasi, informasi, edukasi kesehatan pada ibu hamil

Meningkatnya pengetahuan kesehatan ibu hamil

2.      Pendekatan keluarga untuk ibu hamil dengan faktor resiko dan resiko tinggi

Meningkatnya kesadaran dan dukungan keluarga

3.      Pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dengan anemia dan KEK

Meningkatnya status gizi

2.

 

 

 

Angka kematian bayi berkurang tiap tahun sebelumnya

 

 

 

 

1.      Komunikasi, informasi, edukasi tentang manfaat posyandu

Meningkatkan kesadaran keluarga untuk aktif mengikuti kegiatan posyandu

2.      Komunikasi, informasi, edukasi peningkatan pemberian ASI Eklusif

Meningkatkan cakupan pemberian ASI Eksklusif

3.      Akomodasi rujukan ibu hamil dengan faktor resiko dan tinggi

Untuk mengetahui deteksi dini kelainan bawaan pada janin

4.      Pelayanan neonatal esensial

Semua neonatal mendapatkan pelayanan esensial

3.

 

 

 

Bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap meningkat dari tahun sebelumnya

 

 

1.      Pemberian imunisasi di posyandu

Meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap

2.      Pendekatan kepada toga dan tomas terkait dengan imunisasi bagi bayi

Meningkatkan kesadaran kesehatan menurut pendekatan agama

3.      Menyediakan ruang ASI di setiap instansi pemerintah dan swasta

Meningkatnya dukungan pemberian ASI ekslusive

4.      Pembentukan KP (Kelompok Pendukung) ASI

 Meningkatnya dukungan pemberian ASI Eksklusif

4.

 

Bayi dan balita dengan gizi buruk tertangani meningkat setiap tahunnya

1.      Pemberian makanan tambahan bagi bayi dan balita

Meningkatnya status gizi bayi dan balita

2.      Mengadakan community food center ( pos gizi )

5.

 

 

 

 

 

Adanya peningkatan peran Gerakan Sayang Ibu dari tahun ke tahun

 

 

 

 

 

 

1.      Pendataan Ibu hamil

Semua ibu hamil tertangani sehingga ibu dan anak sehat dan selamat

2.      Pengadaan ambulance desa

3.      Kelompok donor darah

4.      Dana sehat

5.      Program perencanaan pertolongan persalinan pencegahan komplikasi

6.      Rujukan persalinan ke tenaga kesehatan

6

Deteksi kesehatan anak pada sekolah-sekolah

Penyediaan screening kesehatan anak sekolah

Mengetahui sedini mungkin masalah kesehatan pada anak di sekolah-sekolah

7

 

Rumah sehat meningkat dari tahun sebelumnya

 

 

1.      Komunikasi informasi, edukasi, kesehatan lingkungan

Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat

2.      Usulan perbaikan sanitasi lingkungan

Meningkatkan kebutuhan yang terkait dengan sanitasi

3.      Kerja bakti

Meningkatkan kebersihan lingkungan

8

 

 

 

 

Terwujudnya Puskesmas menjadi Puskesmas Ramah Anak meningkat dari tahun sebelumnya

 

 

 

 

 

 

1.      Peningkatan sumber daya manusia

Untuk meningkatkan pelayanan kepada anak, sehingga anak-anak lebih mudah tertangani masalah kesehatannya

2.      Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan

3.      Penyediaan fasilitas berkepentingan pada anak (tempat bermain, gambar-gambar yang disenangi anak)

4.      Penyediaan sarana untuk anak berkebutuhan khusus

5.      Membangun jejaring dengan pihak-pihak yang konsen dibidang kesehatan anak

9

Tersedianya perda tentang kawasan bebas rokok

Penyusunan PERDA tentang kawasan bebas rokok

Untuk memberikan, perlindungan dan mencegah tentang bahaya asap rokok

NO

INDIKATOR

KEGIATAN

TUJUAN

1

2

3

4

KLASTER 4 : BIDANG PENDIDIKAN, PEMANFAATAN WAKTU LUANG DAN KEGIATAN BUDAYA

1.

Aksebilitas dan fasilitas wajib belajar 12 tahun serta pemanfaatan waktu dan seni budaya meningkat dari tahun sebelumnya

Program pengembangan kurikulum SD,SMP

Supaya Penerapan 4 standar pendidikan (standar isi, proses, penilaian dan kelulusan) disemua sekolah formal tercapai

2.

Sekolah ramah anak meningkat dari tahun sebelumnya

Program pengembangan kurikulum PAUD/TK, SD dan SMP

tercapainya pembuatan indikator sekolah ramah anak untuk PAUD, TK, SD, dan SMP

3.

 

 

 

Peningkatan mutu pengelola dan kualitas lembaga PKBM meningkat dari tahun sebelumnya

 

 

 

 

1.      Workshop pendidikan nilai karakter anak sejak dini (pendidikan non formal PAUD, playgroup dan pendidikan formal, TK, RA, TPA)

terbentuknya minat bakat dan pembinaan siswa serta karakter peserta didik meningkat

2.      Program kegiatan lomba kreatifitas dan seni peserta didik TK, SD dan SMP

terbentuknya nilai kreatifitas peserta didik   meningkat

3.      Program pengembangan rumah baca

Budaya baca dikalangan masyarakat meningkat

4.      Gebyar kreatiftas anak (PAUD)

Peningkatan layanan pada pendidikan PAUD

4.

Peningkatan budaya islami

Festival Maulud dengan lomba Qosidah dan lomba marawis   Tingkat SMP, SMA

Menanamkan dan melestarikan nilai-nilai budaya islami semejak dini

5.

Mewujudkan misi kesenian Kota Cilegon

Misi kesenian cilegon (melibatkan anak-anak remaja yang tergabung dalam sanggar/komunitas seni budaya)

Melestarikan seni budaya tradisional Kota Cilegon

6.

Terlaksananya Kegiatan UPTD Balai Budaya

Workshop kesenian untuk kalangan pelajar se-Kota Cilegon

Mengembangkan pengetahuan anak terhadap seni budaya

Pelatihan untuk anak/pelajar seperti tari, musik, musik tradisional, teater dll

Menumbuhkan kembangkan kreatifitas, pengetahuan dan ketrampilan anak

 

NO

INDIKATOR

KEGIATAN

TUJUAN

1

2

3

4

KLASTER 5 : PERLINDUNGAN KHUSUS

1.

Adanya pemetaan data anak yang memerlukan perlindungan khusus di tingkat Kelurahan (anak terlantar, anak jalanan,anak korban kekerasan, eksploitasi, anak putus sekolah, anak difable, anak berkonflik dengan hukum, PSK, penduduk rentan)

Melakukan pendataan dan pemetaan tentang situasi anak yang membutuhkan perlindungan khusus

untuk mengetahui situasi anak yang membutuhkan perlindungan khusus di tingkat Kelurahan sebagai acuan pengembagan program penanganan

2.

 

 

Adanya perencanaan dan pelaksanaan program yang diperuntukkan bagi anak jalanan

 

 

1.      Diskusi penyusunan program penanganan anak jalanan

Tersusunnya program penanganan anak jalanan yang terencana dan tepat

2.      Pembinaan anak jalanan

1.      Terakomodir angka anak jalanan

2.      Terbinanya anak jalanan

3.

 

Adanya inventarisasi kebutuhan anak disabilitas

Pendataan kebutuhan anak difable

 

 

1.      Mengetahui kebutuhan anak difable

2.      Untuk acuan program dan pelayanan terhadap disabilitas

4.

 

Adanya pelayanan yang bisa diakses bagi anak disabilitas atau orang tua disabilitas

Pemberian pelayanan yang bisa diakses untuk kebutuhan anak disabilitas sampai di tingkat Kelurahan

Anak disabilitas dapat mengakses fasilitas publik

5.

Adanya data terpilah bagi anak terlantar

Pendataan anak terlantar

Mengetahui data anak terlantar baik kuantitatif maupun kualitatif

6.

Adanya program untuk penanganan anak terlantar

Diskusi penyusunan program untuk anak terlantar

Tersusunnya program penanganan untuk anak terlantar

Pelaksanaan program untuk penanganan anak terlantar

7.

Anak Korban kekerasan, penelantaran, stigmatisasi dan eksploitasi dapat tertangani  meningkat dari tahun sebelumnya

1.      Penyediaan fasilitas/ruangan untuk layanan psikis dan fisik bagi anak

Anak korban mendapatkan pelayanan khusus

2.      Peningkatan pemahaman untuk menghilangkan stigmatisasi bagi anak korban dari orang tuanya atau keluarganya

Menghilangkan stigmatisasi anak yang dilakukan orang tua

3.      Peningkatan kapasitas tenaga pelayanan

Tenaga pelayanan mempunyai ketrampilan atau keahlian dalam penanganan korban

8.

Adanya dokumen data tentang situasi kekerasan, ESKA (Eksploitasi Seksual Komersial Anak) dan perdagangan anak

Pendataan ESKA

Untuk mendapatkan data terbatu tentang situasi kekerasan anak, ESKA dan perdagangan/traficking

9.

 

 

Adanya perencanaan dan pelaksanaan program yang diperuntukkan bagi penghapusan kekerasan, perdagangan anak dan ESKA

Workshop untuk perencanaan program penghapusan kekerasan, perdagangan anak dan ESKA

Mengurangi/menghapuskan bentuk-bentuk kekerasan dan perdagangan anak serta ESKA sampai tingkat Kelurahan

Pelaksanaan program penghapusan kekerasan, perdagangan anak dan ESKA

Program pembinaan bagi korban dan pelaku ESKA

10.

Adanya mekanisme penanganan perdagangan anak

Workshop penyusunan mekanisme penanganan perdagangan anak

Memudahkan pemberian pelayanan dan penanganan perdagangan anak

11.

 

Adanya pemahaman masyarakat tentang perlindungan hak-hak anak

1.      Menyelenggarakan sosialisasi hak anak terutama anak yang membutuhkan perlindungan khusus

Memberi pemahaman kepada masyarakat tentang hak anak

2.      Menyelenggarakan parenting baik bagi orang tua maupun calon orang tua

Menghindari terjadinya peanggaran hak anak di keluarga dan masyarakat

12.

Adanya monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan perlindungan anak sampai di tigkat Kelurahan

Melakukan monev terhadap pelaksanaan program Kelurahan Layak Anak di bidang Perlindungan

Mengetahui perkembangan pelaksanaan program Kelurahan Layak Anak

13.

 

Ada data terpilah anak yang diperkerjakan (BPTA/Bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi anak)

1.      Pengawasan BPTA sampai di tingkat Kelurahan

Untuk mengetahui situasi dan kondisi BPTA sampai di tingkat Kelurahan

2.      Sosialisasi perlindungan anak terhadap bentuk-bentuk pekerjaan terburuk anak

Mengurangi jumlah anak dibawah umur yang dipekerjakan orang tua

14.

 

 

a.      Adanya sosialisasasi secara intensif untuk PBPTA (Penghapusan bentuk-bentuk Pekerjaan Terburuk bagi Anak) sampai di Tingkat Kelurahan

Sosialisasi peningkatan pemahaman dan penyadaran masyarakat tentang pemenuhan hak-hak anak terutama terkait bentuk-bentuk pekerjaan terburuk bagi anak

Melakukan koordinasi dan kerjasama antar stakeholder

b.      Adanya program BPTA sampai di tingkat Kelurahan

Menyusun program untuk penghapusan bentuk-bentuk pekerjaan terburuk bagi anak sampai di tingkat Kelurahan

Mencegah terjadinya BPTA

c.       Adanya pengawasan terhadap sektor informal (industri rumah tangga, PRT, perusahaan, dll)

Melakukan pengecekan/pengawasan terhadap sektor informal (memperkerjakan anak atau tidak, termasuk bentuk-bentuk pekerjaan terburuk atau tidak)

1.      Merehabilitasi dan reintegrasi terhadap korban BPTA

2.      Memberikan perlindungan pada korban BPTA

15.

Penanganan kasus HIV AIDS dan IMS meningkat dari tahun sebelumnya

1.      Komunikasi, Informasi, edukasi HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi remaja

Meningkatkan pengetahuan anak mengenai HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi remaja

2.      Peningkatan pemahaman untuk menghilangkan stigmatisasi tentang anak dengan AIDS

Menghilangkan stigmatisasi anak dengan AIDS

3.      Pemasangan stiker, spanduk, leaflet, dll

Supaya masyarakat mengetahui informasi yang terkait dengan HIV/AIDS

4.      Penyediaan fasilitas/ruangan untuk layanan

Untuk supaya anak yang bermasalah kesehatannya mendapatkan penanganan khusus

5.      Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan

Untuk meningkatkan ketrampilan tenaga kesehatan dibidang HIV/AIDS

16.

 

 

 

Anak dengan kasus ( rokok, NAPZA, kekerasan seksual,Pornografi,  ESKA, pergaulan bebas, anemia, dll) dapat tertangani

Screening kesehatan pada anak sampai dengan SLTA

Unuk deteksi dini masalah kesehatan pada anak

Penyediaan fasilitas layanan kesehatan (konseling, therapi, dll)

Untuk supaya anak yang bermasalah ke kesehatannya mendapatkan penanganan khusus

Peningkatan kapasitas tenaga pelayanan kesehatan

Untuk meningkatkan ketrampilan tenaga kesehatan khususnya dalam penanganan anak yang bermasalah kesehatannya

Kerjasama dengan jejaring kerja yang terkait kasus

Menguatkan jejaring dalam mengatasi kasus

17.

 

a.      Adanya kualifikasi (pemilahan) kasus Anak Bermasalah dengan Hukum (ABH) yang diselesaikan dengan mekanisme restoratif justice (keadilan untuk semua)

Diskusi membuat kriteria kasus yang bisa dilakukan diversi

Untuk menetapkan kriteria kasus-kasus yang diselesaikan dengan disversi

b.      Adanya data kasus ABH yang diselesaikan dengan restoratif/diversi

Pendataan kasus-kasus

Mendokumentasikan kasus ABH yang diselesaikan dengan diversi

18.

 

 

a.      Menurunnya kasus ABH 

Penyuluhan hukum kepada masyarakat (anak dan orang tua)

Mencegah terjadinya pelanggaran hukum

b.      Penyelesaian kasus ABH yang menggunakan Restoratif Justice

1.      Sosialisasi restoratif justice di tingkat Kelurahan (kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, Linmas, sekolah, masyarakat)

Meningkatkan pelayanan dan perlindungan terhadap anak berkonflik dengan hukum

2.      Pelatihan restoratif justice

Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang restoratif justice

19.

 

Adanya proses/kegiatan rehabilitasi bagi anak yang berkonflik dengan hukum

1.      Mengadakan pelatihan ketrampilan hidup (life skill) bagi ABH

Memberikan ketrampilan hidup bagi ABH

2.      Melakukan pendampingan dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi ABH yang dilakukan masyarakat (yang ditunjuk)

ABH mendapatkan pendampingan sesuai hak anak

20.

Pemetaan wilayah rawan konflik

Pemetaan wilayah rawan konflik dikota cilegon

Terwujudnya wilyah kondusif di kota cilegon

21.

Penanganan konflik sosial bagi anak

Sosialisasi peningkatan pemahaman dan penyadaran bagi anak

Memberi pemahaman kepada anak-anak yang diakibatkan adanya konflik

22.

 

 

Adanya Pos Pelayanan Terpadu anak di tingkat Kelurahan (PATBM)

Membentuk tim/gugus tugas pelayanan terpadu untuk anak di tingkat Kelurahan

Meningkatkan pelayanan yang sesuai dengan standart pemenuhan hak anak

Menyusun program kerja tim/gugus tugas pelayanan terpadu untuk anak

1.      Meningkatkan kerja sama secara sinergis antar stakeholder di Kelurahan

2.      Memantapkan kinerja tim/gugus tugas sehingga kegiatan dapat berjalan secara sistematis dan prosedural

23.

Adanya tenaga Pos Pelayanan Terpadu (PATBM) yang profesional/sosial dalam penanganan kasus anak di Kelurahan

Pelatihan dan atau workshop peningkatan kapasitas/kemampuan dan kkualitas tim pelayanan terpadu untuk anak di Kelurahan

Meningkatkan kapasitas dan ketrampilan tim dalam penanganan kasus

24.

 

Adanya proses/kegiatan  bagi anak korban terorisme

Melakukan pendampingan dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi anak korban terorisme

korban terorisme mendapatkan pendampingan sesuai hak anak

Mengadakan pelatihan ketrampilan hidup (life skill) bagi anak korban terorisme

Memberikan ketrampilan hidup bagi anak terorisme

25.

Tersedianya sarana dan prasarana penanganan bencana dan pasca bencana

Pemetaan jalur dan tempat evakuasi

Memberikan keselamatan dan perlindungan saat kejadian bencana

Menetapkan tempat khusus perempuan dan anak bagi wilayah rawan bencana

Penyediaan sarana prasarana kebutuhan khusus anak